-->
BERITIPS
royganteng
Wednesday, September 5, 2018

Meraih Gelar Sarjana Bersama Laptop Asus


Bulan ini, tidak terasa aku sudah memasuki semester 9. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, Skripsi adalah bagian ter-horror bagi setiap mahasiswa. Mau tidak mau, skripsi tersebut harus diselesaikan, kalau tidak impian seseorang mendapatkan gelar sarjana tidak akan terwujud.

Ini adalah tahun terberat buatku yang sedang berkuliah di jurusan Ilmu Komputer disalah satu universitas negeri di Palembang. Iri rasanya melihat teman di wisuda, tapi apalah daya revisi skripsi terus menghantui setiap saat. Meski sebenarnya aku sudah melalui Tugas Akhir I (Skripsi I), tetapi masih ada Tugas Akhir II, mahasiswa harus dituntut untuk membuat sebuah Final Project sebagai bukti tanda seorang mahasiswa ilmu komputer. Pasalnya, kompetensi yang seharusnya dimiliki anak Ilmu Komputer adalah "programming".

Tetapi pada kenyataannya, sangat banyak lulusan sarjana ilmu komputer yang sama sekali tidak paham dengan programming, maka dari itu hampir disemua jurusan ilmu komputer membuat metode "Tugas Akhir II" untuk menguji mahasiswa tersebut bisa membuat program atau tidak.

Jujur, kemampuanku dalam dunia programming sangatlah minim. Ini adalah salah satu faktor kenapa aku masih terjebak di tugas akhir ini. Banyak yang memberi saran "kenapa tidak di joki kan saja tugas akhirnya ?". Tapi hati berkata lain, aku tidak ingin dikenal sebagai lulusan sarjana ilmu komputer yang hanya mengejar Ijazah saja bukan ilmu, sangat tidak pantas rasanya gelar yang disandang dengan ilmu yang didapat.

Final Project Game Development


Aku mengambil tugas akhir dengan judul "Flying Ninja Shuriken Game Development". Mengambil tugas akhir di bidang game development sangatlah berat buatku, karena membuat sebuah game itu tidaklah mudah, apalagi untuk sebuah tugas akhir, tentu tidak sembarang game yang akan dipersentasikan nantinya.

Banyak hal yang harus diperhatikan sebelum membuat sebuah game, diantaranya adalah :


Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah game.  Lihat! betapa rumitnya membuat sebuah game itu. Ternyata tidak semudah memainkannya, butuh rencana dan proses yang matang untuk menghasilkan sebuah game. Lain lagi, harus membutuhkan laptop dengan performa dan hardware nya yang benar-benar bagus untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Berikut ini adalah video trailer Game Ninja Flying Shuriken yang telah aku buat untuk final project kuliah.

...

Game ini bercerita tentang seorang ninja yang ingin keluar dari sebuah kastil. Tetapi ninja tersebut harus melewati beberapa rintangan shuriken yang berterbangan, jika tubuh ninja terkena shuriken, maka ninja tersebut gagal untuk keluar dari kastil.


Laptopku Yang Tak Muda Lagi


Ternyata dengan game ini aku masih saja mendapat revisi dari dosen pembimbing. Dosen pembimbingku menuntut aku untuk mengembangkan lagi beberapa fitur di game ini. Ia menganggap game ini terlalu simple, dan menyarankan untuk membuat game dengan Grafik 3D. Dalam pembuatan Grafik 3D, aku masih kesulitan untuk proses Programming, Design dan Compiling, karena untuk proses Compiling saja membutuhkan laptop dengan spesifikasi tinggi. Butuh waktu berjam-jam untuk menerjemahkan code game tersebut ke dalam bahasa mesin untuk dapat dimainkan.

Laptop yang aku gunakan untuk membuat game diatas tidaklah begitu bagus. Memang laptop ini sudah semakin lambat perfomanya, bukan cuma karena umurnya yang sudah tua , tapi juga karena spesifikasinya yang tidak memadai, mulai dari processor yang semakin ketinggalan jaman, hanya memiliki Processor 32-bit Dual core 1.6 Ghz , kapasitas HDD yang sedikit dan juga RAM nya yang kecil. Mungkin untuk sebagian orang RAM 2 GB itu cukup, tetapi dilihat dari kebutuhanku, rasanya spesifikasi ini terlalu minim untuk aktifitas multitasking.

Semakin banyak fitur di game tersebut semakin tinggi pula performa laptop yang dibutuhkan. Pembuatan karakter game 3D juga harus menjalankan software pendukung, seperti Unity dan Blender. Untuk menjalankan software Blender saja membutuhkan spesifikasi hardware seperti ini :

Minimum
Recommeded
32-bit Dual core 2Ghz CPU
64-bit Quad core CPU
2 GB RAM
8 GB RAM
1280x768 Display
Full HD display
Mousepad or Trackpad
Three button mouse
OpenGL 2.1 Compatible Graphics
OpenGL 3.2 Compatible Graphics
with 512 MB RAM
with 2 GB RAM

Tapi apalah daya punya laptop yang spesifikasinya pas-pasan, jangankan untuk multitasking, buka coreldraw saja masih ngelag, apalagi kalau digunakan terlalu lama, kadang bisa close sendiri aplikasinya.




Ganti Laptop Baru Yang Mumpuni


Mau tidak mau aku harus menggantinya dengan laptop yang  baru yang spesifikasinya mumpuni untuk menyelesaikan tugas akhirku. Selain memikirkan tugas kuliah, aku juga seorang Blogger yang lebih banyak beraktifitas didepan laptop. Menjadi seorang blogger, tentu aku sering keluar rumah untuk mencari beberapa inspirasi postingan blog ku. Jadi ciri-ciri laptop ideal yang aku butuhkan nantinya kira-kira seperti ini :


Setelah melakukan pertimbangan, mulai dari browsing dan saran dari teman-teman kampusku, aku akhirnya memilih ASUS Vivobook Flip TP410, karena laptop ASUS Vivobook Flip TP410 sangat cocok untuk menyelesaikan kebutuhanku sehari-hari.




Aku memilih ASUS Vivobook Flip TP410, karena laptop tersebut dapat memberikanku solusi dalam menyelesaikan tugas kuliah dan aktifitasku sehari-sehari. ASUS Vivobook Flip TP410 cocok untuk para mahasiswa yang sering melakukan persentasi dan survey dilapangan. Apalagi untuk seorang mahasiswa sekaligus blogger sepertiku, tentu laptop ini akan menjadi pilihan terbaik.




ASUS Vivobook Flip TP410 memiliki desain yang sangat elegan dan memiliki chassis aluminium yang sangat menggoda ketika melihatnya. Jika diukur secara detail ASUS Vivobook Flip TP410 hanya memiliki ketebalan 19.2mm. Laptop ini juga berukuran 14 inci dengan bobot 1.6kg saja, sehingga mudah dibawa kemana-mana untuk menunjang produktifitas ku sehari-hari.


Dan patut diketahui, ASUS Vivobook Flip TP410 adalah salah satu laptop convertible 14 inci yang paling portabel! Dengan memiliki laptop ini, aku juga tidak akan merasa minder ketika bepergian ke suatu tempat, walaupun sekedar nongkrong di cafe bareng teman, aku pasti tidak akan ketinggalan trend.




Ini nih yang membuat laptop ini sangat menarik perhatian, yaitu NanoEdge Display, yang mampu memaksimalkan ukuran layar plus meminimalkan ukuran body nya untuk memberikan lebih banyak area layar dibandingkan ukuran layar laptop pada umumnya. NanoEdge Display membuat sebuah bezel yang tipis (slim bezel) yang berukuran 8mm, memungkinkan layar Full HD 14 inci dengan frame yang memiliki ukuran laptop 13 inci.

Dengan desain NanoEdge ini, laptop ASUS Vivobook Flip TP410 memiliki fitur rasio screen-to-body hingga 78,8% yang memungkinkan area tampilan yang lebih besar untuk tampilan yang lebih mendalam. ASUS Vivobook Flip TP410 juga sudah dibekali resolusi 1920X1080 Full HD dengan wide-view 178˚technology yang dapat memastikan warna dan kontras nya tetap hidup.

Dengan layar 14 inci dan resolusi Full HD yang menghasilkan warna yang kaya, akan membuat ku semakin lebih nyaman ketika mengonsumsi konten foto atau video.



ASUS Vivobook Flip TP410 dibekali dengan fitur touch screen dengan sensor sentuh presisi tinggi berjarak pada 6mm dengan sensitivitas yang lebih besar dari display standar, bahkan sentuhan yang paling halus pun terdeteksi.


Fitur touchscreen memang harus ada, karena laptop ini bisa di Flip menjadi sebuah Tablet, tentu lucu rasanya jika mode tablet menggunakan keyboard portable. Dengan adanya touch screen, akan terasa asyik untuk mengerjakan pekerjaan ringan, seperti persentasi, office dan browsing.


Dengan tambahan Asus Pen nantinya aku akan lebih mudah dalam mendesain karakter gameku.



Audio adalah salah satu bagian penting untuk menikmati hiburan, seperti mendengarkan musik dan menonton video. ASUS Golden Ear dan ICEpower menghadirkan audio paling luar biasa yang pernah ada di laptop, berkat kombinasi perangkat keras dan perangkat lunaknya yang inovatif, ASUS mempersembahkan Audio SonicMaster.

Dengan Audio SonicMaster yang dimiliki ASUS Vivobook Flip TP410 ini, memungkinkan aku untuk lebih menikmati hobbi ku mendengar musik. 

Yang menariknya lagi, Speaker yang digunakan sebagai Down Firing membuat suaranya tidak menjadi aneh saat digunakan dalam mode laptop. Speaker akan menjadi Side Firing saat digunakan dalam mode tablet. Jadi, ketika laptop ini di flip menjadi mode tablet, speaker nya tidak akan tertutup oleh cover bagian belakang, karena dengan adanya Side Firing, suara yang dihasilkan akan merambat kesamping, maka akan terasa nyaman saat menonton atau mendengarkan musik dalam mode apapun.
FYI : Down firing adalah speaker dimana pemasangannya menghadap kebawah atau kelantai dan Side Firing adalah speaker dimana pemasangannya menghadap kesamping.




Keyboard ASUS Vivobook Flip TP410 juga nyaman pada saat digunakan. Ditambah lagi dengan adanya Backlit dengan 3 kali lipatan pencahayaan, sehingga ketika laptop dalam keadaan gelap keyboard tersebut dapat menyala dan aktifitas pun tidak terganggu. Touchpadnya pun empuk dan mudah untuk di klik.

ASUS Vivobook Flip TP410 sudah dilengkapi dengan Fingerprint Sensor, Dengan demikian, laptop ini mendukung fitur Windows Hello yang umumnya hanya hadir di laptop kelas atas saja. Dengan Windows Hello, pengguna bisa sign-in ke Windows 10 yang terinstalasikan di dalam laptop ini hanya dengan sentuhan jari. Dengan demikian, faktor keamanan juga semakin meningkat. ASUS VivoBook Flip TP410 juga sudah preinstall Windows 10 lho!

soure image speaker and backlit : estectmedia channel



Dari segi input dan output ASUS Vivobook Flip TP410 sudah cukup lengkap. Untuk tombol power dan volume sengaja berada dibagian samping laptop, agar lebih mudah digunakan ketika ingin mengganti mode tablet atau mode laptop.



Yang tidak kalah menarik lagi, laptop ini bisa digunakan dengan 4 Mode. Namanya juga Flip jadi ASUS Vivobook Flip TP410 ini bisa di display menjadi 4 mode yaitu media stand, powerful laptop, responsive tablet dan share viewer.




Jangan takut jika terlalu sering untuk berganti mode, karena Engsel ASUS Vivobook Flip TP410 terbuat dari bahan engsel 360 ° dari logam presisi yang sudah teruji dan tahan lama, bahkan laptop ini sudah dikenai tes buka-tutup hingga 20.000 siklus. So silahkan berganti mode sepuasnya.

Dengan adanya 4 mode ini, aku tetap bisa menjaga produktifitas ku meski saat dalam perjalanan, di tempat tidur atau dimanapun dan kapanpun.



Dalam hal performa, ASUS Vivobook Flip TP410 tidak diragukan lagi, guna untuk memenuhi kebutuhan pasar, ada tiga seri ASUS VivoBook Flip TP410, yaitu:

ASUS VivoBook Flip 14 TP410UA
ASUS VivoBook Flip 14 TP410UR
ASUS VivoBook Flip 14 TP410UF
• (i3-7100U/4GB/500GB/Win 10)

• (i3-7100U/4GB/1TB/Win 10)

• (i5-7200U/8GB/1TB/Win 10)
• (i3-7100U/4GB/500GB HDD/Win 10)

• (i3-7100U/4GB/1TB HDD/Win 10)

• (i3-7100U/8GB/1TB HDD/Win 10)

• (i7-7500U/8GB/1TB HDD+128G SSD/Win 10)
• (i7-8550U/8GB/1TB HDD+128G SSD/Win 10)

ASUS Vivobook Flip TP410 memiliki beberapa jenis pilihan, mulai dari processor yang ber-spesifikasi paling bawah (i3-7100U/4GB/500GB) untuk laptop type ASUS VivoBook Flip 14 TP410UA hingga paling tinggi (i7-8550U/8GB/1TB HDD+128G SSD) untuk laptop type ASUS VivoBook Flip 14 TP410UF. Dengan banyaknya seri pada laptop ini, akan lebih mudah untuk mencari spesifikasi seperti apa yang diperlukan oleh pengguna.

Kalau untuk kebutuhanku seperti membuat game untuk tugas akhir dan aktifitas blogging lainnya, mungkin untuk  ASUS VivoBook Flip 14 TP410UA dengan spesifikasi (i5-7200U/8GB/1TB) sudah sangat mumpuni bagiku, karena dilihat dari hasil Benchmark nya, ini adalah laptop dengan performa yang aku idam-idamkan selama ini.


sumber : http://www.hardwareholic.com




Baterai menjadi salah satu alat penunjang dalam penggunaan teknologi terutama laptop. Karena itulah muncul tuntutan agar baterai mampu bekerja secara optimal tanpa harus dicharge berulang-ulang. Salah satu keunggulan ASUS Vivobook Flip TP410 menggunakan processor yang hemat daya, karena kode U pada akhiran prosesor tersebut menandakan bahwa chip tersebut adalah hemat daya atau ultra low power (Intel® Core™ i5-7200U Processor).


Dilihat dari hasil testing baterai, hampir 5 jam ketahanan baterai saat melakukan proses Video Playback secara terus menerus. Ini memungkinkan bahwa baterai VivoBook Flip TP410 lebih hemat daya jika melakukan proses yang wajar.

Untuk pengisian baterai juga sangat cepat, laptop ini mampu mengisi sekitar 60% dalam waktu 49 menit saja, karena dengan adanya Fast Charging Technology yang mempercepat proses pengisian baterai. Jadi, gak usah rebutan colokan charger lagi ya!
Kalau untuk charger nya sih lumayan kecil, bahkan hampir sama dengan ukuran charger smartphone biasa! Jadi akan semakin enteng untuk dibawa.



Untuk harga ASUS Vivobook Flip TP410, jika dilihat dari spesifikasi dan jutaan fitur keren nya, aku rasa harga untuk sebuah ASUS Vivobook Flip TP410 itu sangat cocok, karena ada kualitas ada harga! Untuk mendapatkan laptop yang optimal, pilihlah laptop sesuai budget dan sesuai kebutuhan.




Memiliki ASUS Vivobook Flip TP410 dengan spesifikasi yang handal, tentu akan sangat membantu
bagiku dalam menyelesaikan tugas akhir. Untuk membuat game dengan grafik 3D tidak akan menjadi masalah lagi. Dengan bobot ringan yang mudah dibawa akan memberikanku kemudahan mencari inspirasi diluar rumah untuk aktifitas blogging ku. Selain membuat tugas akhir, ASUS Vivobook Flip TP410 juga nantinya akan memudahkan ku untuk mempersentasikan hasil tugas akhir.


Semoga dengan hastag #2018GantiLaptopAsus aku juga dapat membuat hastag #2018Wisuda Aamiin..


ASUS Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com



BAGIKAN:

Google +1

 
Copyright © 2015 - 2018. Beritips